Daftar biji kopi terbaik di dunia selalu menarik untuk dibahas. Setiap wilayah penghasil kopi mempunyai kondisi tanah, ketinggian, iklim, varietas, dan cara pengolahan yang berbeda.
Perbedaan tersebut menghasilkan karakter rasa yang beragam. Ada kopi dengan rasa cokelat dan kacang, sedangkan jenis lainnya menawarkan aroma bunga, buah, madu, rempah, atau rasa tanah yang kuat.
TasteAtlas pernah merangkum sepuluh jenis biji kopi unggulan dari berbagai negara pada 2024. Salah satu nama yang masuk dalam daftar tersebut adalah Arabika Gayo dari Aceh, Indonesia.
Berikut daftar lengkapnya.
1. Café de Colombia dari Kolombia

Café de Colombia menempati urutan pertama dalam daftar tersebut. Kopi ini diproduksi menggunakan sejumlah varietas Arabika, seperti Caturra, Typica, Bourbon, Maragogipe, Tabi, Colón, dan Castillo.
Tanaman kopi dibudidayakan di kawasan pegunungan Andes. Wilayah penghasil kopi Kolombia juga dikenal mempunyai kondisi yang memungkinkan kegiatan panen dilakukan pada beberapa periode sepanjang tahun.
Café de Colombia umumnya menawarkan aroma harum, rasa kaya, dan karakter tubuh yang cukup penuh. Sebagian besar proses produksinya melibatkan petani lokal yang memetik buah kopi secara hati-hati.
2. Arabika dari Ethiopia

Arabika merupakan salah satu spesies kopi paling terkenal di dunia. Tanaman ini berasal dari kawasan dataran tinggi Ethiopia sebelum kemudian dibudidayakan di Afrika, Amerika Latin, Asia Tenggara, India, China, Karibia, dan Pasifik.
Kopi Arabika biasanya tumbuh lebih baik di daerah tropis dengan ketinggian tertentu. Tanamannya lebih sensitif terhadap perubahan cuaca dibandingkan Robusta.
Dari sisi rasa, Arabika sering mempunyai karakter yang lebih lembut. Beberapa varietasnya dapat menghadirkan sentuhan cokelat, buah, kacang, dan buah beri dengan tingkat keasaman yang halus.
3. Jamaican Blue Mountain Coffee dari Jamaika

Jamaican Blue Mountain Coffee berasal dari kawasan Pegunungan Blue Mountains di Jamaika. Sebutan tersebut hanya dapat digunakan untuk kopi yang ditanam dan diproses di wilayah geografis yang telah ditentukan.
Kondisi sejuk, kabut, tanah vulkanik, dan proses pematangan buah yang lambat ikut membentuk karakter kopinya.
Saat diseduh, Jamaican Blue Mountain dikenal mempunyai rasa lembut, tingkat kepahitan rendah, keasaman seimbang, dan hasil akhir yang bersih. Sebagian besar produksinya dipasarkan ke Jepang.
4. Kafae Doi Chaang dari Thailand

Kafae Doi Chaang berasal dari kawasan pegunungan Doi Chaang, Thailand. Kopi ini menggunakan beberapa varietas Arabika, termasuk Caturra, Catimor, dan Catuai.
Buah kopi dipetik dengan tangan sebelum diproses dan dipanggang secara hati-hati. Proses tersebut dilakukan untuk menjaga konsistensi aroma dan rasa.
Kafae Doi Chaang dikenal mempunyai keseimbangan rasa manis dan asam. Aromanya sering digambarkan menyerupai madu, bunga, serta buah ceri.
5. Café de Valdesia dari Republik Dominika

Café de Valdesia diproduksi dari varietas Typica dan Caturra. Tanamannya tumbuh di kawasan dataran tinggi Ocoa, Peravia, dan San Cristóbal di Republik Dominika.
Kopi diperkenalkan ke Republik Dominika pada abad ke-18. Seiring waktu, komoditas tersebut berkembang menjadi salah satu bagian penting dalam sektor pertanian negara itu.
Café de Valdesia dapat tersedia dalam tingkat pemanggangan sedang hingga gelap. Karakternya dikenal seimbang dengan aroma cokelat lembut dan sedikit sentuhan jeruk.
6. Huehuetenango Highland Coffee dari Guatemala

Huehuetenango Highland Coffee dibudidayakan di wilayah pegunungan Guatemala. Tanaman kopinya dapat tumbuh pada ketinggian hingga sekitar 1.900 meter.
Jenis kopi ini umumnya berasal dari varietas Arabika, termasuk Typica, Bourbon, dan Caturra. Buah yang matang dipetik secara manual sebelum menjalani tahap fermentasi, pencucian, dan pengeringan.
Setelah dipanggang, kopi Huehuetenango dapat menghasilkan karakter bunga, madu, dan cokelat susu. Kondisi pegunungan membantu buah kopi matang secara perlahan dan membentuk rasa yang lebih kompleks.
7. Kopi Arabika Gayo dari Indonesia

Indonesia turut masuk dalam daftar biji kopi terbaik di dunia melalui Kopi Arabika Gayo. Kopi ini berasal dari Dataran Tinggi Gayo di Provinsi Aceh.
Wilayah produksinya meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Tanaman kopi umumnya dibudidayakan pada ketinggian sekitar 1.200 hingga 1.700 meter dengan tanah vulkanik dan iklim yang mendukung.
Kopi Gayo dikenal memiliki tubuh sedang hingga penuh, keasaman relatif rendah, serta karakter herbal, tanah, dan rempah. Sebagian produsen menggunakan metode pengolahan giling basah yang banyak ditemukan di Sumatra.
Arabika Gayo juga telah memperoleh status Indikasi Geografis yang menegaskan hubungan produk tersebut dengan daerah asalnya.
8. Harenna Forest Wild Coffee dari Ethiopia

Harenna Forest Wild Coffee berasal dari Hutan Harenna di wilayah Oromia, Ethiopia. Tanaman kopinya tumbuh secara liar di bawah naungan pepohonan hutan.
Buah kopi yang matang dipanen secara manual. Setelah itu, buah biasanya dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum menjalani proses lanjutan.
Kopi mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Penyajiannya juga berkaitan erat dengan tradisi minum kopi Ethiopia yang dilakukan melalui beberapa tahap penyeduhan.
9. Robusta

Robusta merupakan spesies kopi yang pertama kali ditemukan di kawasan Afrika. Tanamannya dapat tumbuh pada ketinggian lebih rendah dan relatif lebih tahan terhadap kondisi lingkungan serta penyakit.
Dibandingkan Arabika, Robusta biasanya mempunyai rasa lebih pahit, kuat, dan berkayu. Kandungan kafeinnya juga umumnya lebih tinggi.
Robusta banyak digunakan dalam kopi instan maupun campuran espresso. Dalam racikan espresso, keberadaannya dapat membantu menghasilkan lapisan crema yang lebih tebal dan bertahan lebih lama.
10. Kafae Doi Tung dari Thailand

Kafae Doi Tung berasal dari kawasan Doi Tung di Thailand. Kopi ini dibuat dari persilangan beberapa varietas Arabika, termasuk Catimor, Catuai, dan Caturra.
Pohon kopi tumbuh di bawah naungan kawasan hutan. Proses budidaya, pemanenan, dan pengolahannya dilakukan dengan pengawasan kualitas yang ketat.
Kafae Doi Tung dikenal memiliki tubuh sedang, rasa seimbang, aroma manis, dan tingkat keasaman yang tidak terlalu tajam. Kesegaran biji perlu dijaga dengan melindunginya dari cahaya, panas, dan kelembapan.
Mengapa Rasa Setiap Biji Kopi Berbeda?
Rasa kopi tidak hanya ditentukan oleh negara asalnya. Beberapa faktor lain turut membentuk karakter akhir dalam setiap cangkir.
Ketinggian perkebunan memengaruhi kecepatan pematangan buah. Buah yang tumbuh lebih lambat biasanya memiliki waktu lebih panjang untuk membentuk senyawa rasa.
Jenis tanah, curah hujan, suhu, dan paparan matahari juga memberikan pengaruh. Karena itu, kopi dari dua wilayah dalam negara yang sama belum tentu mempunyai rasa serupa.
Metode pengolahan setelah panen turut menentukan hasilnya. Proses natural, washed, honey, dan giling basah dapat menciptakan aroma, tingkat keasaman, serta kekentalan yang berbeda.
Keistimewaan Kopi Arabika Gayo
Masuknya Arabika Gayo dalam daftar tersebut memperlihatkan kekayaan kopi Indonesia. Dataran Tinggi Gayo memiliki kondisi geografis yang mendukung produksi kopi Arabika berkualitas.
Karakter Gayo cukup mudah dibedakan dari beberapa kopi Amerika Latin atau Afrika. Rasanya cenderung mempunyai tubuh lebih penuh dengan keasaman yang tidak terlalu tajam.
Metode giling basah juga memberikan ciri khas tersendiri. Teknik ini sering dikaitkan dengan rasa tanah, rempah, herbal, dan sensasi tubuh yang lebih tebal pada kopi Sumatra.
Selain menjadi produk perkebunan, kopi Gayo berperan dalam kehidupan ekonomi dan budaya masyarakat Aceh. Banyak kegiatan produksinya dikelola oleh petani kecil yang tergabung dalam kelompok atau koperasi.
Apakah Daftar TasteAtlas Bersifat Mutlak?
Daftar TasteAtlas tidak harus dianggap sebagai kesimpulan mutlak mengenai kopi terbaik di seluruh dunia.
TasteAtlas menjelaskan bahwa pemeringkatannya menggunakan penilaian audiens dengan mekanisme untuk mengenali pengguna yang dianggap nyata dan berpengetahuan. Sistemnya juga berusaha mengabaikan penilaian yang dinilai berasal dari bot atau kecenderungan nasionalisme.
TasteAtlas menyatakan bahwa daftar tersebut bertujuan memperkenalkan makanan dan minuman lokal, membangun kebanggaan terhadap produk tradisional, serta mendorong orang mencoba produk baru. Susunan peringkat dapat berubah ketika jumlah penilaian bertambah.
Tips Memilih Biji Kopi yang Sesuai
Sebelum membeli kopi, perhatikan profil rasa yang tercantum pada kemasannya. Pilih kopi dengan karakter yang sesuai selera.
Pencinta rasa lembut dapat mencoba Arabika dengan tingkat pemanggangan ringan atau sedang. Sementara itu, orang yang menyukai rasa kuat dapat memilih Robusta atau kopi dengan pemanggangan lebih gelap.
Perhatikan juga tanggal pemanggangan. Biji yang masih segar biasanya menghasilkan aroma dan rasa yang lebih jelas.
Simpan kopi dalam wadah tertutup. Jauhkan dari cahaya matahari, udara, kelembapan, dan suhu yang terlalu panas agar kualitasnya tidak cepat menurun.
Kesimpulan
Daftar biji kopi terbaik di dunia versi TasteAtlas menghadirkan berbagai jenis kopi dari Kolombia, Ethiopia, Jamaika, Thailand, Republik Dominika, Guatemala, dan Indonesia.
Arabika Gayo menjadi wakil Indonesia dalam daftar tersebut. Kopi asal Aceh ini dikenal melalui tubuh yang cukup penuh, keasaman rendah, serta karakter herbal, tanah, dan rempah.
Namun, selera kopi tetap bersifat pribadi. Kopi yang dianggap terbaik oleh satu orang belum tentu memberikan pengalaman yang sama bagi orang lain. Cara terbaik menemukan kopi favorit adalah mencoba beberapa asal, varietas, proses, dan tingkat pemanggangan.
FAQ
Apa biji kopi terbaik di dunia versi TasteAtlas?
Dalam daftar TasteAtlas 2024 yang banyak dikutip, Café de Colombia berada pada urutan pertama, diikuti Arabika dan Jamaican Blue Mountain Coffee. Daftar tersebut dapat berubah mengikuti pembaruan penilaian.
Apakah kopi Indonesia masuk daftar?
Ya. Kopi Arabika Gayo dari Aceh masuk dalam daftar sepuluh biji kopi unggulan TasteAtlas yang dipublikasikan pada 2024.
Apa keunikan Kopi Arabika Gayo?
Arabika Gayo mempunyai tubuh sedang hingga penuh, keasaman relatif rendah, serta karakter rasa herbal, tanah, dan rempah.
Apa perbedaan Arabika dan Robusta?
Arabika umumnya lebih lembut, aromatik, dan kompleks. Robusta cenderung lebih kuat, pahit, serta mempunyai kandungan kafein yang lebih tinggi.
Apakah peringkat TasteAtlas dapat berubah?
Ya. TasteAtlas memperbarui daftar berdasarkan penilaian yang masuk. Karena itu, susunan dan skor produk dapat berubah dari waktu ke waktu.
BACA JUGA ARTIKEL LAIN NYA DI GOTO77
7 Negara dengan Biaya Hidup Terjangkau untuk Tinggal Jangka Panjang
Viral! Sosok Model Rusia Kembaran Erling Haaland, Siapa Anastasia Kostromitina?

