Jude Bellingham bawa Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mencetak dua gol dalam kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia. Pertandingan perempat final di Miami Stadium berlangsung ketat hingga babak tambahan, sebelum gelandang Inggris itu kembali membuktikan kemampuannya sebagai pemain penentu pada momen penting.
Inggris sempat tertinggal dan kesulitan menghadapi pertahanan rapat Norwegia. Namun, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Bellingham membantu tim asuhan Thomas Tuchel membalikkan keadaan. Gol keduanya tercipta setelah ia menyambar bola pantul dari tembakan Harry Kane yang ditepis kiper Orjan Nyland.
Kemenangan tersebut membawa The Three Lions melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Inggris selanjutnya akan menghadapi Argentina, yang sebelumnya menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 setelah babak tambahan.
Melalui artikel ini, GOTO77 membahas penampilan Jude Bellingham, jalannya pertandingan Norwegia vs Inggris, strategi Thomas Tuchel, serta tantangan Inggris menjelang semifinal melawan Argentina.
Hasil Norwegia vs Inggris di Perempat Final
Pertandingan Norwegia vs Inggris berakhir dengan skor:
Norwegia 1-2 Inggris
Status pertandingan:
- Babak perempat final Piala Dunia 2026
- Berlangsung di Miami Stadium
- Pertandingan dimainkan hingga babak tambahan
- Jude Bellingham mencetak dua gol Inggris
- Inggris lolos ke semifinal
- Lawan berikutnya: Argentina
Bellingham menjadi pemain paling menentukan dalam kemenangan tersebut. Ia tidak hanya mencetak gol penyama kedudukan, tetapi juga menghasilkan gol kemenangan ketika pertandingan hampir menuju adu penalti.
Jude Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal

Keberhasilan Jude Bellingham bawa Inggris ke semifinal menunjukkan betapa pentingnya peran gelandang berusia 23 tahun tersebut.
Bellingham bukan hanya pemain yang menunggu peluang di sekitar kotak penalti. Ia bekerja keras sepanjang pertandingan untuk meminta bola, menekan lawan, membawa permainan ke depan, dan membantu rekan setim ketika Inggris sedang berada di bawah tekanan.
Setelah mencetak gol, Bellingham tidak merayakannya terlalu lama. Ia langsung berlari menuju area pertahanan Inggris sambil membangkitkan semangat para pendukung.
Sikap tersebut memperlihatkan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar mencetak gol pribadi. Ia ingin pertandingan segera dimulai kembali agar Inggris memiliki waktu untuk mencari kemenangan.
Bellingham memainkan pertandingan dengan rasa mendesak yang tinggi. Ia terus berlari, meminta bola, dan mencoba mempercepat tempo ketika rekan-rekannya kesulitan menemukan jalan keluar.
Norwegia Memberikan Tekanan Besar
Norwegia bukan lawan yang mudah dikalahkan. Tim Skandinavia tersebut mampu menguasai permainan dalam beberapa periode dan membuat Inggris kesulitan mengembangkan serangan.
Ketika tidak menguasai bola, Norwegia menjaga bentuk pertahanan dengan sangat rapat. Mereka menutup jalur umpan dan mempersempit ruang di area tengah.
Inggris kesulitan menemukan celah di antara lini pertahanan dan lini tengah lawan. Umpan-umpan vertikal yang biasanya menjadi bagian penting dari permainan Thomas Tuchel juga tidak berjalan maksimal.
Kondisi tersebut memaksa Bellingham turun lebih dalam untuk menerima bola. Dalam beberapa situasi, ia menerima operan dengan posisi membelakangi gawang sebelum berbalik dan membawa bola ke depan.
Permainan Norwegia yang disiplin membuat Inggris harus bekerja keras hingga pertandingan memasuki babak tambahan.
Inggris Harus Bangkit dari Ketertinggalan
Inggris tidak menjalani pertandingan sesuai rencana. The Three Lions sempat tertinggal dan berada dalam tekanan pada sejumlah bagian laga.
Situasi tersebut kembali menguji kemampuan mental para pemain Inggris. Bellingham kemudian menjelaskan bahwa sepak bola bukan hanya berkaitan dengan teknik dan taktik, tetapi juga cara sebuah tim merespons kesulitan.
Menurutnya, kemampuan menghadapi kemunduran dan tekanan menjadi salah satu hal paling penting dalam pertandingan besar.
Inggris memperlihatkan kualitas tersebut dengan tetap berusaha mencari gol meskipun permainan mereka belum berjalan lancar.
Keberhasilan bangkit dari ketertinggalan menjadi bukti bahwa tim asuhan Tuchel memiliki ketahanan mental yang dibutuhkan dalam fase gugur.
Gol Pertama Bellingham Mengubah Pertandingan
Gol pertama Bellingham memberikan energi baru bagi Inggris.
Pergerakannya menuju kotak penalti membuat pertahanan Norwegia kesulitan melakukan penjagaan. Sebagai seorang gelandang, Bellingham memiliki kemampuan muncul dari lini kedua pada waktu yang tepat.
Setelah mencetak gol, ia tidak berlama-lama merayakannya bersama rekan-rekannya. Bellingham segera kembali ke area tengah dan mengajak pendukung Inggris terus memberikan tekanan.
Momen tersebut menjadi gambaran karakter kompetitifnya.
Ia memahami bahwa kedudukan imbang belum cukup. Inggris membutuhkan kemenangan untuk menghindari risiko tersingkir atau menghadapi adu penalti.
Gol penyama kedudukan itu juga mengubah suasana pertandingan. Inggris mulai bermain dengan keyakinan lebih besar, meskipun masih kesulitan membongkar pertahanan Norwegia.
Bellingham Turun Lebih Dalam
Thomas Tuchel melakukan perubahan pada babak kedua dengan memasukkan Eberechi Eze untuk menggantikan Declan Rice.
Pergantian tersebut membuat Bellingham bermain sedikit lebih dalam. Sementara itu, Eze menempati area yang lebih dekat dengan lini serang.
Perubahan posisi itu bertujuan membantu Inggris kembali menguasai permainan.
Bellingham mempunyai kemampuan membawa bola melewati tekanan lawan. Ia juga dapat menggunakan kekuatan fisiknya untuk mempertahankan penguasaan dan menarik pelanggaran.
Walaupun perubahan tersebut belum langsung menyelesaikan seluruh masalah Inggris, Bellingham tetap menjadi pemain yang paling aktif mencari solusi.
Ia terus menunjukkan diri untuk menerima umpan dan mencoba menghubungkan lini tengah dengan lini serang.
Gol Kemenangan Berawal dari Insting Penyerang
Gol kedua Bellingham memperlihatkan insting mencetak gol yang biasanya dimiliki seorang penyerang.
Harry Kane melepaskan tembakan ke arah gawang Norwegia. Kiper Orjan Nyland berhasil menepisnya, tetapi bola tidak dapat diamankan dengan sempurna.
Bellingham berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola pantul.
Keputusan mengikuti arah tembakan Kane menjadi hal yang menentukan. Banyak gelandang mungkin berhenti di luar kotak penalti, tetapi Bellingham terus bergerak untuk mengantisipasi kemungkinan bola terlepas.
Gol tersebut membawa Inggris unggul 2-1 ketika pertandingan terlihat akan berakhir melalui adu penalti.
Harry Kane kemudian memuji kemampuan Bellingham dalam menentukan pertandingan. Menurutnya, gol pertama menunjukkan kualitas luar biasa, sedangkan gol kedua memperlihatkan naluri seorang penyerang.
Bellingham Sudah Mencetak Enam Gol
Penampilan melawan Norwegia menambah koleksi gol Jude Bellingham menjadi enam sepanjang Piala Dunia 2026.
Jumlah tersebut memperlihatkan produktivitas luar biasa dari seorang pemain yang pada dasarnya berposisi sebagai gelandang.
Bellingham dan Harry Kane telah mencetak 12 dari 13 gol Inggris dalam turnamen. Statistik tersebut menunjukkan bahwa keduanya mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perjalanan The Three Lions.
Kane tetap menjadi titik utama di lini depan. Namun, pergerakannya sering menciptakan ruang yang dapat dimanfaatkan Bellingham dari lini kedua.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu senjata utama Inggris.
Meski begitu, ketergantungan terhadap dua pemain tersebut juga dapat menjadi perhatian. Inggris membutuhkan kontribusi lebih besar dari pemain lainnya ketika menghadapi Argentina di semifinal.
Thomas Tuchel Sebut Bellingham Pemain Kelas Dunia
Thomas Tuchel memberikan pujian tinggi kepada Bellingham setelah pertandingan.
Pelatih Inggris tersebut menyebut sang gelandang sebagai pemain kelas dunia yang terus memberikan kontribusi pada setiap laga.
Tuchel merasa puas dengan hasil akhir, tetapi tidak sepenuhnya senang dengan penampilan timnya.
Menurutnya, Inggris mendapatkan keberuntungan karena Norwegia mampu bermain lebih baik dalam beberapa periode. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa masih ada banyak hal yang harus diperbaiki sebelum semifinal.
Tuchel kemungkinan akan mengevaluasi cara Inggris membangun serangan dan menghadapi pertahanan rapat.
Menghadapi Argentina, kesalahan kecil dapat langsung memberikan kesempatan kepada Lionel Messi, Julián Álvarez, atau Lautaro Martínez.
Energi Bellingham Menular kepada Tim
Salah satu kekuatan terbesar Bellingham adalah energi yang ia bawa ke dalam pertandingan.
Ia tidak hanya berlari ketika Inggris sedang menyerang. Bellingham juga aktif menekan pemain lawan, membantu pertahanan, dan kembali menawarkan diri sebagai pilihan umpan.
Bahkan setelah wasit meniup peluit babak pertama, ia langsung berlari menuju ruang ganti. Gerakannya menunjukkan bahwa intensitas menjadi bagian dari karakter permainannya.
Pendukung Inggris juga terus meneriakkan namanya selama pertandingan.
Dukungan tersebut tidak lepas dari kemampuannya tampil pada momen besar. Ketika tim membutuhkan reaksi, Bellingham sering menjadi pemain yang mengambil tanggung jawab.
Itulah alasan Jude Bellingham bawa Inggris ke semifinal menjadi gambaran yang tepat untuk pertandingan ini.
Gaya Bermain Bellingham
Jude Bellingham mempunyai gaya bermain yang lengkap.
Kuat membawa bola
Bellingham dapat menggiring bola melewati tekanan dan membawa permainan menuju area lawan.
Berani menerima umpan
Ia tidak menghindari bola ketika tim berada dalam kesulitan. Bellingham justru sering meminta operan dan mencoba mengubah arah permainan.
Aktif menekan lawan
Ketika kehilangan penguasaan, ia segera membantu tim menekan pemain lawan.
Berbahaya di kotak penalti
Pergerakannya dari lini kedua sulit dijaga karena bek lawan sering lebih fokus kepada Harry Kane.
Mempunyai mental kompetitif
Bellingham selalu ingin permainan berlangsung cepat ketika Inggris membutuhkan gol.
Gabungan kemampuan teknis, fisik, dan mental tersebut membuatnya menjadi pemain yang sulit digantikan.
Inggris Belum Tampil Maksimal
Walaupun lolos, Inggris belum memperlihatkan penampilan terbaik.
Mereka kesulitan menemukan jalur umpan ketika Norwegia bertahan dengan rapat. Pergerakan pemain di sekitar kotak penalti juga belum selalu terkoordinasi.
Dalam beberapa situasi, Inggris terlalu lambat memindahkan bola dari satu sisi ke sisi lainnya. Kondisi tersebut memberikan waktu kepada pertahanan Norwegia untuk kembali membentuk posisi.
Tuchel perlu memperbaiki beberapa hal:
- Kecepatan sirkulasi bola.
- Pergerakan tanpa bola.
- Dukungan kepada Harry Kane.
- Efektivitas serangan dari sisi lapangan.
- Koordinasi ketika menghadapi serangan balik.
- Kontribusi gol dari pemain lain.
Kemenangan tetap menjadi hal terpenting dalam pertandingan fase gugur. Namun, penampilan melawan Argentina harus lebih baik.
Argentina Menjadi Tantangan Berikutnya
Inggris akan menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026.
Argentina lolos setelah mengalahkan Swiss 3-1 melalui babak tambahan. Alexis Mac Allister, Julián Álvarez, dan Lautaro Martínez mencetak gol untuk La Albiceleste.
Pertandingan Inggris vs Argentina akan menghadirkan duel menarik antara dua tim yang memiliki pemain berkualitas di setiap lini.
Bellingham kemungkinan menjadi pusat permainan Inggris. Ia akan berhadapan dengan lini tengah Argentina yang memiliki Mac Allister, Enzo Fernández, dan pemain lain yang nyaman menguasai bola.
Di sisi lain, Inggris harus berhati-hati terhadap kreativitas Lionel Messi serta pergerakan Álvarez dan Lautaro.
Pertandingan semifinal tersebut juga memiliki beban sejarah yang besar. Pertemuan Inggris dan Argentina selalu mendapat perhatian tinggi karena persaingan panjang kedua negara dalam sepak bola.
Duel Bellingham dan Mac Allister
Pertarungan lini tengah dapat menjadi bagian yang menentukan pada semifinal.
Bellingham mempunyai kekuatan dalam membawa bola, masuk ke kotak penalti, dan memberikan tekanan. Mac Allister lebih mengandalkan kecerdasan posisi, distribusi bola, serta kemampuan membaca ruang.
Apabila Inggris mampu memberikan kebebasan kepada Bellingham, ia dapat kembali menjadi ancaman di area pertahanan Argentina.
Namun, Argentina kemungkinan menyiapkan penjagaan lebih ketat setelah melihat pengaruhnya dalam pertandingan melawan Norwegia.
Bellingham tidak hanya harus mencari gol. Ia juga perlu membantu Inggris mengendalikan tempo agar Argentina tidak terlalu nyaman menguasai bola.
Mentalitas Menjadi Modal Inggris
Inggris telah menunjukkan kemampuan bangkit dari situasi sulit.
Mereka tidak kehilangan ketenangan ketika tertinggal. Tim terus mencoba mencari peluang hingga akhirnya mencetak gol kemenangan pada babak tambahan.
Mentalitas tersebut dapat menjadi modal penting menghadapi Argentina.
Pertandingan semifinal kemungkinan menghadirkan periode ketika Inggris berada dalam tekanan. Kemampuan mengelola emosi dan menjaga fokus akan sangat menentukan.
Bellingham kembali diharapkan menjadi pemimpin di lapangan. Meski masih berusia 23 tahun, ia telah menunjukkan keberanian mengambil tanggung jawab pada pertandingan besar.
Kesimpulan Jude Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal
Jude Bellingham bawa Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 atas Norwegia.
Inggris sempat tertinggal dan kesulitan menghadapi pertahanan lawan. Namun, Bellingham kembali membuktikan kemampuannya sebagai pemain penentu.
Ia mencetak gol penyama kedudukan, kemudian menyambar bola pantul dari tembakan Harry Kane untuk menghasilkan gol kemenangan pada babak tambahan.
Bellingham kini telah mencetak enam gol dalam turnamen. Bersama Kane, keduanya menyumbangkan 12 dari 13 gol Inggris.
Meski hasilnya positif, Thomas Tuchel mengakui bahwa permainan timnya masih perlu diperbaiki. Inggris harus tampil lebih efektif ketika menghadapi Argentina pada semifinal.
GOTO77 akan terus menghadirkan berita, hasil pertandingan, statistik, dan perkembangan terbaru Piala Dunia FIFA 2026.
FAQ Jude Bellingham dan Inggris
1. Berapa hasil pertandingan Norwegia vs Inggris?
Inggris mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 setelah pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.
2. Siapa pencetak gol Inggris?
Dua gol Inggris dicetak oleh Jude Bellingham.
3. Berapa gol Bellingham di Piala Dunia 2026?
Bellingham telah mencetak enam gol dalam turnamen.
4. Mengapa gol kedua Bellingham penting?
Gol keduanya menjadi penentu kemenangan Inggris ketika pertandingan hampir menuju adu penalti.
5. Siapa lawan Inggris di semifinal?
Inggris akan menghadapi Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026.
6. Di mana Norwegia vs Inggris berlangsung?
Pertandingan dimainkan di Miami Stadium.
7. Apa komentar Thomas Tuchel tentang Bellingham?
Tuchel menyebut Bellingham sebagai pemain kelas dunia yang terus memberikan kontribusi dalam setiap pertandingan.
8. Berapa banyak gol yang dicetak Kane dan Bellingham?
Kane dan Bellingham mencetak 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang Piala Dunia 2026.
BACA ARTIKEL LAIN NYA DI GOTO77
Argentina vs Swiss 3-1: Gol Spektakuler Alvarez Bawa Albiceleste ke Semifinal
Hasil Inggris vs Norwegia 2-1: Brace Jude Bellingham Bawa Three Lions ke Semifinal

